Oleh: Hj.Padliyati Siregar ST
(Ketua komunitas Muslimah Peduli Generasi Palembang)
Mediaoposisi.com- Kedengaran aneh, beberapa kalangan elit politik mengusulkan adanya salah satu syarat untuk mengikuti kontestasi pilpres dan wapres untuk mengikuti test baca Al quran, bukankah sebagai seorang muslim, bisa membaca Al quran suatu keharusan.
Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye ional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hajriyanto Thohari angkat bicara soal usulan tes mengaji dan tulis Alquran bagi calon presiden dan wakil presiden. Menurutnya syarat dari Komisi Pemilihan Umum sudah cukup, tak perlu ditambah lagi.
Katanya, prasyarat formal calon pemimpin tak perlu dikembangkan lebih lanjut. Sebab, syarat formal menjadi pemimpin Indonesia sudah diatur ketat dalam UUD 1945 dan UU tentang Pemilu.
Sementara itu politisi PDI Perjuangan ( PDIP) Maruarar Sirait meyakini, bila test tersebut jadi digelar maka pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf siap untuk melaksanakannya.
"Kami akan mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran. Tes membaca Al Quran, Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019," kata Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin.
Hal itu disampaikannya pada konferensi pers bertemakan Akhiri Polemik Keislaman Capres dan Cawapres dengan Uji Baca Al Quran, di Banda Aceh. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (29/12).
Menurut dia, hasil tes membaca Al Quran tidak akan mempengaruhi keputusan KPU/KIP. Justru, katanya, sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah terlanjur terjadi.
Menyikapi ide tes baca quran untuk capres cawapres dan respon terhadapnya,ini merupakan suatu bukti, bahwa dalam demokrasi AlQuran hanya jadi alat permainan politik untuk memenangi persaingan di satu sisi, dan keberadaannya dianggap tdk penting di sisi yg lain.Wajar kalau dalam sistem demokrasi sekuler saat ini aturam Allah di campakkan, Al quran hanya di jadikan kitab bacaan dan politik identitas diri untuk mendulang suara dari umat islam yang mayoritas di negeri ini.
AlQuran adalah wahyu Allah sekaligus petunjuk hidup yang wajib atas seluruh kaum muslim sekaligus untuk mengamalkan isinya dg kaffah. Allah sudah banyak mengingatkan di dalam firmannya bahwa ketika Alquran tidak di pakai untuk mengatur hidup manusia maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit(TQS At-taubah ayat 124)
Posisi Al-quran Dalam Kehidupan
Allah telah menurunkan agama Islam sebagai agama yang benar, sempurna dan paripurna. Mengatur segala hal termasuk di dalamnya adalah urusan kepemimpinan dan sistem kepemimpinan, tentang siapa yang layak menjadi pemimpin dan dengan apa dia harus memimpin.Bahkan Islam merupakan ajaran agama yang selalu memberikan pengajaran terbaik di dalam kehidupan di dunia.
Al Qur’an sebagai dasar hukum yang pertama tidak di sangsikan lagi oleh umat islam bahwa al qur’an adalah sumber yang asasi bagi syariat islam. Dari al qur’an inilah dasar-dasar hukum islam beserta cabang-cabangnya digali.
Agama islam, agama yang dianut oleh umat muslim di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagian hidup pemeluknya di dunia dan di akherat kelak.
agama islam datang dengan al qur’annya membuka lebar-lebar mata manusia agar mereka menyadari jati diri dan hakekat keberadaan manusia di atas bumi ini. Juga, agar manusia tidak terlena dengan kehidupan ini, sehingga manusia tidak menduga bahwa hidup mereka hanya di mulai denga kelahiran dan kematian saja. Al qur’qn mengajak manusia berpikir tentang kekuasaan Allah SWT.
Dan dengan berbagai dalil, al qur’an juga mengajarkan kepada manusia untuk membuktikan keharusan adanya hari kebangkitan, dan bahwa kebahagiaan manusia pada hari itu akan di tentukan oleh sikap persesuaian hidup mereka dengan apa yang dikehendaki oleh Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.
Untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akherat kelak manusia membutuhkan peraturan-peraturan, gambarannya adalah seperti halnya seseorang yang yang akan menuju suatu negeri atau kota yang amat jauh. Ia haus berkendaraaan yang layak, dan harus mengikuti rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanannya bila ia ingin selamat sampai tujuan.
Nah di sisi inilah sebagai manusia yang di lengkapi dengan akal pikiran yang sehat dapat merenungkannya ketika manusia mau menuju perjalanan yang sangat jauh (akherat) itu, siapakah yang patut dan seharusnya membuat peretuan-peraturan itu?.
Sudah saatnya kita mencampakkan sistem sekuler demokrasi yang menempatkan hukum Allah secara tak selayaknya.
Al qur’an sebagai sumber pertama dan utama bagi hukum islam dan pedoman hidup manusia di tegaskan oleh Rasulullah SAW. sebagai berikut:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat, selama kalian berpegang tuguh kepada keduanya, yaitu kitabullah al qur’an dan sunnahku”.[MO/sr]

