-->

Tes Baca Qur’an, Pemimpin Perlu Penuhi 7 Persyaratan

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh: Silfia Desima Windi, S.TP 

Mediaoposisi.com- Pemilihan umum presiden dan wakil presiden tinggal menghitung hari.  Beredar kabar hangat bahwa calon presiden dan calon wakil presiden ditantang oleh Dewan Ikatan Dai Aceh yang diketuai oleh Marsyuddin Ishak untuk melalukan tes pembacaan alqur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada hari selasa, 15 Januari 2018 [Tempo.co/03012019].  Terjadi pro kontra atas berita tersebut baik dari kubu pemenangan kedua calon maupun masyarakat. 

Ditengah-tengah kesadaran umat akan pentingnya nilai-nilai islam saat ini rasanya tidak afdhol jika tidak melibatkan agama dalam kampanye politik.  Pemimpin ataupun calon pemimpin tentu harus  memiliki kepampuan dan kapasitas yang baik, terlebih lagi dari sisi keagamaan dan ketakwaan. 

Setidaknya ada 7 syarat wajib yang harus dipenuhi,  diantaranya muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka dari intervensi asing dan mampu melaksanakan amanah.   Suatu ketika seorang sahabat yang taat bernama Abu Dzar al Ghifari meminta jabatan sebagai seorang pemimpin dari Rasul, namun Rasul menolaknya karena mengetahui bahwa Abu Dzar adalah orang yang lemah dan tidak mampu menjadi pemimpin, karena sejatinya jabatan adalah amanah.

Dari kejadian tersebut dapat kita lihat bahwa seorang pemimpin wajib memenuhi seluruh syarat dasar kepemimpinan, tidak hanya Ia mampu membaca alqur’an saja.   Memanglah bagi umat muslim membaca alqu’an akan mendatangkan pahala yang amat banyak, namun jika pembacaan alqu’an dilakukan hanya untuk mencari simpati masyarakat agar melihat kemampuan calon pemimpin dari sudut pandang kefasihan membaca alqur’annya saja, maka ini adalah sebuah kesalahan. 

Tentu kita tidak lupa dengan Snouck Hurgronje yang kemampuan membaca bahkan mengajarkan alquran sangat pandai, namun ternyata dibalik itu semua ia adalah seorang munafik, musuh islam dan menyerang islam dari dalam. 

Seharusnyapun alqur’an tidak hanya dibawa saat mendekati pesta pemilu, tetapi setiap saat bagi seluruh umat islam, terutama seorang pemimpin.  Karena sejatinya seorang pemimpin yang ideal adalah sosok yang menerapkan aturan yang berasal dari alqur’an, dan pengujian kemampuan pada calon presiden dan calon wakil presidenpun tidak cukup hanya sebatas pembacaan alqur’an, namun juga wajib bagi keduanya diberi tantangan apakah mampu menerapkan isi alqu’an ataupun tidak. 

Namun sayangnya di era sistem sekuleris saat ini, agama dipisahkan dari kehidupan publik, dibahas dalam ranah individu, maka sangat kecil sekali kemungkinan alqu’an dijadikan sebagai sumber hukum, kecuali kita berada di dalam sistem dan kehidupan islam. Wallahu’alam bishawab.[MO/sr]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close