-->

Peran Pemuda Dalam Kapitalis dan Islam

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen
Oleh: Siti Subaidah
(Pemerhati Lingkungan dan Generasi)

Mediaoposisi.com- Balikpapan kini sedang berbenah diri. Berkaca dari berbagai macam gejolak ekonomi yang mewarnai perjalanan kota Balikpapan setiap tahunnya.

Kini kota dengan julukan “Madinatul Iman” ini beralih mengembangkan ekonomi kreatif dibanding berspekulasi pada  sektor SDA baik itu minyak bumi maupun batu bara.

Harga minyak dan batu bara yang tidak pernah stabil menjadikan Balikpapan menjatuhkan pilihan pada pengembangan ekonomi kreatif guna meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Untuk memuluskan niat ini, Pemerintah kota Balikpapan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memunculkan inovasi dan kreatifitas dari sisi teknologi, kerajinan dan kuliner dengan menyasar pemuda.

Pemuda dinilai mampu memberikan ide-ide segar dan inovatif, ditambah dengan penguasaan teknologi yang mumpuni yang akan menghasilkan industri baru.

Hal ini pun semakin dipertegas dengan rencana pemkot menjadikan GPK (Gedung Parkir Klandasan) sebagai lahan pengembangan ekonomi kreatif Balikpapan. Rencana ini akan diresmikan pada HUT Balikpapan ditahun 2019 sekaligus peresmian tenan atau penyewa ekonomi kreatif dan UMKM Balikpapan di GPK.

Tak salah menggantungkan harapan pada para pemuda karena memang pemuda adalah tonggak penerus sebuah bangsa, apalagi pemuda masa kini adalah pemuda-pemuda kritis dan mampu bersaing dengan segala kreatifitasnya.

Indonesia sendiri dengan pemudanya diakui mampu bersaing dengan negara-negara lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hasil karya anak negeri yang tampil di berbagai kompetisi baik dalam dan luar negeri.

Bahkan Duta besar Amerika, Robert Blake menilai bahwa generasi muda Indonesia memiliki kreatifitas dan berbakat di bidang start-up (perusahaaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang didunia internet)  yang menjadi lirikan investor asing. Sebut saja bukalapak, gojek, tiket.com dan tentu saja Kaskus senagai pelopornya.

Banyaknya inovasi dan kreatifitas yang dimunculkan oleh generasi kini adalah sisi positif dari semakin berkembangnya jaman dan teknologi. Ini merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia.

Namun potensi ini pun tak luput dari dampak negatif yang dihasilkan. Arus sekularisme dan kapitalis menjadikan pemuda-pemudi Indonesia dengan segala potensinya menjadi manusia-manusia yang individualis dan hanya berorientasi pada dunia semata. 

Semua hanya ditujukan untuk kepentingan bisnis. Bahkan paham sekularisme (memisahkan aturan agama dari kehidupan) yang ada saat ini, menjadikan para generasi kita hanya sibuk  dengan aktivitas-aktivitas penunjang kemapanan demi meraih materi seperti entrepreneurship, program penyehatan ekonomi , wiraswasta dan lain-lain.

Pemuda masa kini hanyalah sebagai alat  pendongkrak ekonomi dan kepentingan kapital tanpa mereka sadari. Padahal sejatinya ketika mereka paham fungsi dan perannya dalam sebuah peradaban maka akan menjadi kekuatan yang besar menuju perubahan.

Islam menjadikan pemuda memiliki peran mulia yakni sebagai agen perubahan yang tak sekedar paham akan teknologi, kaya inovasi, tapi juga menjadikan itu semua satu kesatuan yang dibingkai dengan sudut pandang islam.

Para pemuda yang memiliki pemahaman islam sebagai ideologi akan menjadikan segala kreatifitas dan inovasinya sejalan dengan perjuangan islam membangkitkan pemikiran umat.

Jadi bukan sekedar pemenuhan gaya hidup, materialisme, dan kesenangan duniawi saja yang diraih melainkan menjadi pilar sebuah peradaban. Inilah peran pemuda yang sesungguhnya.

Maka dengan peran tersebut akan muncullah kekuatan yang dapat merubah  dan bahkan memberikan kontribusi besar bagi tegaknya sebuah peradaban, yakni peradaban islam.

Tengoklah bagaimana para pemuda pemudi di masa pemerintahan islam menjadikan islam sebagai mercusuar peradaban. Disaat itu semua negara menoleh pada peradaban islam bahkan banyak para pembesar dari negara lain mengirim anak-anak mereka untuk menuntut ilmu di negeri islam.

Di saat negeri-negeri eropa berada dalam masa kegelapan, di negeri-negeri islam mengalami perubahan dan kemajuan yang besar dengan semakin banyaknya ditemukan penemuan-penemuan baru dibidang kesehatan, geografi, saint dan teknologi.

Maka mengembalikan pemuda kembali pada peran dan fungsinya adalah sebuah keharusan, karena jika tidak para pemuda kita hanya akan diperalat menjadi mesin ekonomi demi memenuhi kepuasan dan kebahagian semu ala kapitalis.



Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close