Oleh: Sarah Pilbahri
(Aktivis mahasiswi)
Mediaoposisi.com- Sebagai seorang muslim, pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita untuk membaca Al-Qur’an. sebab, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup sekaligus aturan bagi manusia. Aturan yang bagaimana ? yaitu suatu aturan yang mengatur segala aspek kehidupan. Mulai dari hal yang terkecil (aktivitas sehari-hari) hingga terbesar. Misalnya, aturan ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan kesehatan.
Merdeka.com-Wakil ketua Tim Kampanye (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hajriyanto Thohari angkat bicara soal usulan tes mengaji dan tulis Al-Qur’an bagi calon presiden dan wakil presiden. Menurutnya syarat dan komisi pemilihan umum sudah cukup, tak perlu ditambah lagi.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai tes baca tulis Al-Qur’an tak perlu dilakukan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Menurut BPN, yang lebih penting ialah pengamalan nilai kitab suci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tapi yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusonal di NKRI yang berdasar pancasila dan UUD 45,” kata juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sodik Mudjahid. Okezone, Minggu (30/12/2018).
Sudah sewajarnya sebagai seorang pemimpin yang mengaku beriman kepada kitab Allah. Apabila ia dituntut membaca dan menerapkan Al-Qur’an secara totalitas. Maka, tidak ada lagi kata tidak perlu. Karena hal itu pasti sudah lumrah dan tidak asing lagi. Kecuali non muslim, jika ia dipaksa untuk tes membaca Al-Qur’an barulah disebut hal itu tidak perlu dilakukan.
Al-Qur’an dalam konteks demokrasi hanya sebagai alat permainan politik untuk memenangi persaingan di satu pihak, dan keberadaanya di anggap tidak penting. Padahal Al-Qur’an adalah wahyu Allah sekaligus petunjuk hidup.
Maka sudah seharusnya untuk kita membuang sistem sekuler demokrasi yang menempatkan hukum Allah secara tidak layak dan menempatkan aturan semau penguasa dan sekedar saja. Dan sudah saatnya untuk kita mengembalikan sistem yang sangat sempurna, karena dengan sistem ini lah hidup akan terarah. Ya itulah sistem Islam. Sistem yang mana menerapkan aturannya secara totalitas dalam aspek kehidupan.[MO/sr]

