Oleh: Nursyam
(Anggota MT khairunnisa bal-tim)
Mediaoposisi.com- Memiliki posisi sebagai orang tua yang berarti memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus dan mendidik anak-anaknya merupakan suatu anugrah dan kepercayaan yang di karuniakan oleh Allah SWT kepada hambanya. Begitu pula dalam menjalani kehidupan keluarga, Allah telah memberikan tanggung jawab sesuai dengan fitrahnya masing-masing.
Posisi seorang ibu dalam rumah tangga memiliki peran lebih besar untuk mengurus dan mendidik anak-anaknya. Pengorbanan seorang ibu di mulai dari mengandung sembilan bulan hingga melahirkan dan menyusui, membesarkan dengan penuh rasa kasih sayang dengan tulus tanpa meminta balasan sedikit pun dari anak-anaknya. Tetapi ibu memiliki banyak pengharapan kepada anaknya.
kebahagiaan terbesar menjadi seorang ibu apabila bisa melihat anaknya dalam keadaan sehat dan bahagia karena kebahagiaan anak adalah kebahagiaan seorang ibu. Hqarapan terbesar seorang ibu adalah anak-anaknya mampu berperilaku baik, berbakti kepada orang tua dan bertaqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa dan tunduk terhadap segala perintah sang penciptalah akan didapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat .
Melihat fakta yang terjadi saat ini di mana anak-anak muda lebih cenderung melakukan hal-hal negatif daripada melakukan hal-hal positif yang akan menghancurkan masa depannya sekaligus akan menghancurkan seluruh harapan para orang tua yang mendambakan anaknya menjadi seorang yang berakhlak mulia yang akan mendoakan kebaikan dunia akhirat kepada kedua orang tuanya.
Berita yang dimuat PROKAL.CO Balikpapan mengenai 2 orang anak SMP yang menjadi gila akibat kebanyakan INHALAN atau ngelem ini terjadi adalah akibat lemah nya aqidah Islam. Penerapan demokrasi yang memisahkan agama dari kehidupan adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat dan para remaja khususnya sangat jauh dari aturan-aturan islam sehingga para remaja menjalankan kehidupannya tanpa aturan bahkan tidak bisa membedakan halal haram nya perbuatan.
Undang-undang dalam demokrasi kapitalis yang menjunjung tinggi kebebasan menjadi salah satu faktor semakin banyaknya pelaku ngelem, kareqna pihak kepolisian tidak menindak dengan tegas para pelaku, dengan alasan bahwa belum adanya hukum bagi pelaku ngelem. Pihak kepolisian hanya merazia dan menghimbau kepada para pelaku agar tidak mengulangi atau tidak ngelem lagi, yang jelas cara seperti ini tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan tuntas.
kegiatan-kegiatan buruk yang menjadi kebiasaan para remaja akan menghancurkan masa depan serta menghancurkan harapan para orang tua untuk menjadikan buah hati nya menjadi penerus bangsa yang bermartabat, berakhlak mulia dan tunduk dengan aturan-aturan Allah. Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan tegaknya demokrasi karena sangat jelas hukum-hukum yang di pakai bertentangan dengan fitrah manusia serta tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang menimpa rakyat.
Saatnya kembali kepada Islam, karena Islam satu-satunya yang memiliki peraturan sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan. Solusi dasar dalam Islam adalah keluarga memberikan pendidikan aqidah yang baik dan benar sehingga menghasilkan remaja yang memiliki tujuan hidup yang jelas. Dari pihak sekolahpun harus menanamkan aqidah dan pemahaman Islam serta menjaga perbuatan dengan standar halal dan haram.
Negara memiliki kewajiban untuk menerapkan islam secara keseluruhan (kaffah) karena secara individu dan masyarakat saja tidak mampu menjaga para remaja dari kebiasaan-kebiasaan buruknya. Negaralah yang memiliki peran utama dalam menjaga remaja dari barang dan aktivitas yang merusak, melindungi serta menkondisikan ketaatan di tengah-tengah para remaja. Wallahu alam bishowab[MO/sr]

