-->

Public Figure, Sumbangkan Angka Pecandu Makin Subur!

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh:Viki N Muswahida, S.pd
(Praktisi Pendidikan)

Mediaoposisi.com-Berita artis pengguna narkoba selama bulan februari 2018 mulai muncul dipermukaan. Dunia hiburan dihebohkan dengan jajaran kalangan selebriti yang  berhasil dibekuk polisi karena tersandung kasus narkoba, diantaranya: Roro Fitria, Fachri Albar, Dhawiya, dan beberapa list nama sejumlah artis penyalahgunaan maupun kepemilikan narkoba yang masih dalam penyelidikan.

Pada 15 Februari 2018, Liputan6.com memberitakan, "Roro Fitria menambah daftar panjang artis Tanah Air yang terseret kasus narkoba. Pada hari yang sama putra rocker Ahmad Albar, Fachri Albar, ditangkap atas kepemilikan sejumlah jenis obat-obatan terlarang." ( Liputan6.com, 15/2/2018).

Berbarengan juga penangkapan Fachri Albar yang diduga memakai narkotik jenis sabu, dumolid, dan ganja.

"Betul pagi hari ini tim menangkap Fachri Albar ditangkap di rumah di cirende paket sabu, dua papan dumolid dan lintingan ganja," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. (Tribunseleb, 14/2/2018).

Dua hari setelahnya menyusul Dhawiya bersaudara, buah hati pedangdut Elvy Sukaesih.
"Dhawiya ditangkap di kediamannya. Dari penangkapan sementara diamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,45 gram dan 0,49 gram. Serta alat hisap sabu bekas pakai" (megapolitan.kompas, 16/2/2018).

Kasus narkoba kian menjamur di negeri ini,  dari tahun ke tahun angka pecandu narkoba kian membludak, buktinya dalam satu bulan saja, pecandu narkoba dari kalangan artis mulai satu persatu terciduk oleh penegak hukum. Belum lagi kasus pecandu dan pengedar yang belum terungkap dari berbagai latar belakang ekonomi dan strata sosial di pelosok negeri.

PENGGUNA OBAT TERLARANG, KIAN MENJULANG!
Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Ali Djohardi  menuturkan, "saat ini Indonesia berstatus darurat narkoba. Pengguna narkoba di Indonesia tercatat sebanyak 5,1 juta jiwa. Setiap tahun, sekitar 15 ribu jiwa melayang karena menggunakan narkoba. Pengguna narkoba paling banyak itu berada di usia produktif 24-30 tahun. Tentunya ini menjadi perhatian bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," (detikNews,18/02/17)

Merebaknya pengaruh narkoba telah menyentuh seluruh lini kehidupan mulai warga Indonesia hingga mancanegara, tak mengenal usia, kedudukan, lembaga, dari mulai kecamatan hingga ibukota,  penyebaran narkoba kian marak dan berkembang, hingga sulit dikendalikan.Hingga jajanan anak-anak pun diracuni dengan obat terlarang.

Beberapa alasan mengapa banyak orang yang menggunakan narkoba, antara lain:

Dari kalangan selebriti,  penggunaan obat terlarang dianggap menawarkan jalan keluar dan kelegaan akan semua beban yang mereka harus lalui sehari-hari, misalkan harus selalu ON saat syuting dan menampilkan yang terbaik entah dari penampilan maupun tingkah laku. Ketika seorang selebriti telah merasakan kelegaan yang didapat dari obat yang merusak tubuh itu, dia mempunyai kecenderungan untuk mengulanginya lagi.

Inilah dampak jika narkoba dikonsumsi dengan dosis yang salah maka akan berakibat fatal bagi pemakai karena sifat dari narkoba adalah adiktif yaitu memberi rasa kecanduan, jadi ketika si pemakai tidak memakai narkoba maka dia akan merasa tidak nyaman dan tidak tenang.

Begitu juga dari kalangan pelajar dan usia produktif lainnya, awalnya coba-coba, lama-lama ketagihan, berujung nyawa berkesudahan. Seperti yang diketahui, banyak sekali orang-orang terutama remaja yang memuja-muja seorang public figure, baik dari kalangan artis, pahlawan, tokoh masyarakat dan lain-lain.

Ketika remaja lebih mengidolakan artis sebagai patokan perilaku dan lifestyle nya, jika kenyataannya sebagian artis sekarang gaya hidupnya pecandu narkoba, lantas akan berbahaya bagi generasi mendatang ketika mentauladani idolanya yang demikian.

Akan seberapa besar lagi jumlah pecandu narkoba dan jiwa melayang karena ikut-ikutan teman tak berdasar akal sehat dan kesadaran.Jadi, pengaruh narkoba pun tak sebatas merusak diri si pengguna saja, namun juga fisik dan psikisnya, merusak mental generasi, hingga ancaman krusial bagi bobroknya negeri.
.
Beginilah kondisi saat syariat islam dijauhkan sebagai pengatur kehidupan. Kerusakan umat tak berkesudahan, justru angka kriminalitas semakin bertambah ribuan bahkan jutaan, diberbagai bidang kehidupan.

Sekularisasi dan ide kebebasan yang didengungkan justru membawa kebobrokan generasi mendatang, kerusakan tatanan sosial, dan terjajahnya negeri dengan pemahaman liberal yang menyesatkan berujung kebinasaan. Menjadikan hukum manusia diatas firman Allah, mengkompromikan perintah dan larangan Allah demi secuil keuntungan. Berani menggadaikan iman, tak takut siksaan dihari penghisaban.

ISLAM DATANG DENGAN SOLUSI FUNDAMENTAL
Kasus narkoba yang kian merajalela harus ditumpas sampai ke akar-akarnya. Dibutuhkan pilar-pilar yang mampu memberangus peredaran dan penggunaan obat terlarang ini, diantaranya:

1. Pilar individu yang beraqidah Islam yang hakiki, bersyakhsiyah islam (kepribadian islam), menjadikan standart halal haram sebagai patokan melakukan perbuatan dan tujuannya hanya satu yaitu meraih ridho Allah karena sadar setiap aktivitas kemaksiatan yang dilakukan akan dimintai pertanggung jawaban yang berat dan azab yang pedih, apalagi sekedar coba-coba atau ikut-ikutan menggunakan narkoba, justru semakin terlihat bahwa mereka tidak bisa menggunakan potensi akal yang dikaruniakan oleh Allah untuk membedakan perbuatan buruk dan benar sesuai syariat Islam.

2. Pilar masyarakat yang saling mengontrol setiap tindak kemaksiatan yang dilakukan seseorang.
Perasaan ruhiyah yang tinggi antar warga masyarakat dan kebiasaan-kebiasaan taat hukum syara' yang diterapkan masyarakat akan berpengaruh secara utuh terhadap individu secara kolektif dalam hal membangkitkan pemikiran dan perasaan individu kembali pada jalan syariat islam.

3. Pilar negara yang menerapkan sistem islam, hukuman tegas diberikan pada pecandu narkoba dan tidak melakukan tebang pilih, menghentikan transaksi narkoba dengan mengerahkan segala kemiliteran dan penegak hukum, menghentikan kerjasama bilateral ataupun multilateral dengan negara kafir harbi yang mendistribusikan barang haram ini. Insyallah islamrahmatan lilalamin segera terealisasikan dalam kehidupan.[MO/sr]





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close