-->

Uyghur Menangis, Selamatkan dengan Khilafah

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh : Annis Miskiyyah (Member AMK)
Mediaoposisi.com-Allahummanshur ikhwanana mujahidina fii 'Uyghur, dipanjatkan kaum muslimin di seluruh dunia, ketika membaca dan mendapati berita pembantaian dan penyiksaan saudara sesama muslim Uyghur oleh Pemerintahan Komunis China.
Dilansir oleh tribunnews.com pada hari selasa 18 Desember 2018 bahwa Muslim Uyghur tak pernah bebas berislam. Investigasi yang diwartakan BBC menyebut, bangunan baru itu dikelilingi oleh 2 km panjang pagar dan 16 menara penjaga seperti sebuah bangunan penjara. Di titik inilah, masalah persekusi atas Muslim Uyghur memuncak ke permukaan.
Fakta tersebut menggambarkan saudara kita, Muslim Uyghur butuh pembelaan dan perlindungan serta pembebasan segera. Berharap dunia luar mendengar mereka. Namun pertolongan itu tak kunjung tiba.
Sementara pencucian otak untuk melupakan Islam dan identitas mereka terus berlangsung, pemaksaan makan daging babi dan minum alkohol, pemerkosaan para muslimahpun terjadi serta berbagai perlakuan keji yang harus mereka terima membuat mereka semakin menderita.
Indonesia Diam Terbelenggu Kepentingan
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim mayoritas sangat diharapkan dapat memberikan berbagai pembelaan yang dibutuhkan Kaum Muslim Uyghur. Namun disayangkan justru sikap yang ditunjukkan sangat mengecewakan.
Indonesia memilih diam dalam persoalan Muslim Uyghur. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik internasional dari UNPAD, Teuku Rezasyah bahwa ketergantungan ekonomi dan investasi Indonesia terhadap China dianggap sebagai salah satu alasan Jakarta tak bisa berbuat banyak untuk menekan Beijing soal dugaan pelanggaran HAM terhadap suku Muslim Uyghur di Xinjiang (cnnindonesia.com, selasa 18/12/2018).
Para penguasa negeri mayoritas muslim ini bahkan menyatakan permasalahan Muslim Uyghur semata-mata urusan dalam negeri China, sehingga Indonesia tidak boleh ikut campur.
Kalau masalah domestik tentu kita tidak ingin campuri masalah itu," ujar JK di jakarta pada hari Senin tanggal 17 Desember 2018.
Politik bebas aktif Indonesia benar-benar tidak bisa menjadikan Indonesia maju berperan melakukan pembelaan sebagaimana biasanya karena terbungkam dan terbelenggu kepentingan dan investasi China di negeri ini. Seolah-olah tidak ada yang bisa diperbuat Indonesia untuk Uyghur di Xinjiang.
Uyghur Dibasmi, Umat Islam Gelar Aksi
Suku Uyghur adalah keturunan klan Turki yang hidup di Asia Tengah, terutama di propinsi China, Xinjiang. Dalam sejarahnya dikatakan bahwa daerahnya disebut Uyghuristan atau Turkistan Timur yang merdeka. Suku Uygur telah tinggal di Uyghuristan lebih dari 2000 tahun.
Tapi China datang mengklaim daerah tersebut sebagai bagian wilayahnya yang bersejarah dan tidak bisa dipisahkan dari China. Apalagi suku Uyghur ini beragama Islam, sementara China yang komunis menganggap agama sebagai candu yang harus dibasmi atau paling tidak harus dicuci otak agar melupakan identitas agamanya.
Peristiwa yang menimpa kaum Muslim Uyghur sungguh sangat menyayat hati saudara-saudara seiman di seluruh Indonesia. Ikatan aqidah telah membangkitkan ukhuwah sesama Muslim di negeri ini.
Akhirnya, kaum Muslimin bertindak dengan menggelar aksi di berbagai kota besar dan kecil hampir setiap hari. Seperti gelombang tiada henti.
Aksi-aksi kaum Muslim di Indonesia diantaranya langsung di depan Kedubes China dan Kantor Kemenlu di Jakarta, Konjen China di Surabaya dan berbagai kota lainnya. Termasuk di Garut pada hari Sabtu 22 Desember 2018, Longmarch dari Mesjid Islamic Center Garut ke Bundaran Simpang Lima Garut.
Aksi-aksi kaum muslimin di Indonesia menuntut kepada penguasa negeri ini untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan China dan bertindak tegas terhadap pemerintahan komunis China agar menghentikan setiap kekejaman China serta meminta agar suku Muslim Uyghur bebas menjalankan keislamannya. Bahkan menuntut seharusnya Indonesia siap mengirimkan pasukan untuk membebaskan Uyghur dari China.
Namun, Umat Islam kembali harus dikecewakan, tak bisa berharap pada penguasa yang menerapkan sistem di luar Islam. Juga tidak boleh tergantung pada bantuan lembaga internasional asing serta negara-negara internasional lainnya.
Khilafah Perisai Hakiki bagi Uyghur
Penindasan yang menimpa kaum Muslim Uyghur merupakan rentetan dari penindasan yang menimpa Umat Islam di dunia sebagaimana juga masih dirasakan oleh Kaum Muslimin di Palestina, Suriah dan Rohingya.
Oleh karena itu, dibutuhkan perisai sejati yang bisa membebaskan mereka dan seluruh umat Islam untuk menerapkan Islam kaffah. Dibutuhkan pula, perisai sejati untuk melindungi dari upaya propaganda, serangan fisik dan non fisik yang mengancam aqidah dan jiwa Umat Islam.
Perisai sejati dan hakiki yang dibutuhkan Umat Islam dengan Dakwah dan Jihad sebagai politik luar negerinya. Sehingga Umat Islam berlindung dibalik perisai tersebut.
Perisai sejati dan hakiki yang dibutuhkan Umat Islam tersebut haruslah berbentuk negara Khilafah Islamiyah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw.



Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close