-->

Unjuk Gigi dengan Al-Qur'an

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen
Oleh: Reka Nurul Purnama
Mediaoposisi.com-Ikatan Dai Aceh mengundang dua kandidat calon Presiden RI untuk uji baca Al Quran. Salah satu alasannya karena dua Capres sama sama beragama Islam dan penting bagi umat Islam untuk tahu kualitas calon presidennya. (TribunNews.com)
Tentu hal ini sangat menarik, karena hal ini tidak terjadi pada pemilihan presiden yang sebelumnya. Uji baca Al-Qur’an ini memicu kontroversi. Ada yang pro ada yang kontra, begitu reaksi dari masyarakat dan juga dari kedua belah kubu calon presiden.
Namun meskipun begitu, tentu hal ini adalah kemajuan tantangan atau tes yang diajukan oleh masyarakat kepada calon pemimpin negaranya.
Dari sini dapat tercermin bahwa umat lebih tertarik pada calon pemimpin yang lebih islami, lebih paham islam, dan menjunjung tinggi nilai-nilai islam. Bukan seorang pemimpin yang tidak mengerti tentang islam bahkan anti terhadap islam.
Maka reaksi umat adalah mencoba mengetes  bacaan Al-Qur’an para calon pemimpin bangsa, hanya untuk tahu siapa yang sekiranya lebih lancar dan tartil membaca Kitab tersebut.
Maka umat bisa menilai dari situ, siapa yang lebih baik dalam membaca Al-Qur'an. Hal ini adalah wajar karena negeri ini adalah negeri mayoritas penduduknya adalah muslim.
Melihat kejadian seperti ini, menggambarkan bahwa posisi umat saat ini telah bergeser menuju kepada umat yang respect terhadap ajaran agamanya, Islam.
Terlihat bahwa umat bukan hanya menginginkan seorang pemimpin yang baik dalam aspek pemerintahannya saja tetapi juga baik dalam aspek keislamannya.
Namun kiranya tantangan atau uji baca Al-Qur’an untuk calon presiden ini belumlah mumpuni untuk mengetahui seberapa besar keloyalan calon pemimpin bangsa ini kepada Islam, karena banyak aspek yang harus dilihat dan harus dipertimbangkan oleh masyarakat muslim terhadap calon pemimpin negeri ini. Salah satunya adalah dengan melihat dengan  apa capres yang bersangkutan akan membawa negeri ini, akankah menjadikan Islam sebagai pandangan hidup bernegara atau justru tidak.
Apabila kita amati, maka akan kita dapatkan bahwa membaca Al-Qur'an hukumnya adalah sunnah, artinya dianjurkan untuk dilakukan, ketika dilakukan akan mendapat pahala dan ketika tidak dilakukan tidak mendapatkan pahala.
Pada hakikatnya Al-Qur'an memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh kaum muslim. Apabila kita rangkum maka ada 5 hal yang menjadi hak Al-Qur’an yaitu Tilawah (membaca),  Taddabur (memahami), Tahfidz (menghafal), Tatbigh (menerapkan) dan Tabligh (menyampaikan).
Maka ketika kita hanya mengambil membaca Al-Qur'an saja, artinya kita belum mengamalkan hak Al-Qur’an lainnya, seperti salah satunya yaitu kita belum menerapkan Al-Qur’an dan menyampaikan Al-Qur’an (berdakwah).
Kitab Al-Qur’an adalah kalamullah (kalam Allaah) yang berisi pedoman hidup bagi manusia, maka seyogyanya seorang muslim itu mau menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dalam artian hukum-hukum (perintah dan larangan Allaah swt.)  mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya hari ini kita hanya bisa menerapkan sebagian saja dari perintah Allaah swt, semisal sholat, zakat, puasa dan ibadah lainnnya.
Namun tentu masih banyak hukum Allaah yang tidak bisa terapkan dalam kehidupan, yaitu misalnya hukum yang hanya bisa diterapkan oleh negara, semisal hukuman bagi yang berzina yang sudah diatur dengan jelas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Cukuplah surat Al-Maidah ayat 3 meyakinkan kita bahwa islam itu adalah agama yang sempurna, mencakup aturan tentang segala sesuatu, ada hukum Allaah yang bisa diterapkan oleh individu dan ada aturan yang hanya bisa diterapkan oleh negara.
Maka dari itu, patut bagi kita bukan hanya menantang para calon pemimpin bangsa dengan tantangan membaca Al-Qur'an tapi juga menantang untuk calon pemimpin ini menerapkan apa yang ada dalam Al-Qur’an secara keseluruhan.
Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Rokhmat S. Labib dalam akun Twitter nya, "Ramai tentang tes baca Al-Qur’an bagi capres-cawapres, mengapa tidak ditantang siapa yang mau dan berani menerapkan Al-Qur’an secara sempurna? Bukankah selain dibaca,  Al-Qur’an juga wajib diterapkan? Dan kewajiban ini hanya dilakukan secara sempurna oleh seorang pemimpin negara".
Kitab Al-Qur’an bukanlah alat untuk unjuk gigi, dengan harapan siapa yang terbaik baca Al-Qur’an, maka akan mendulang suara ketika pilpres. Tapi Al-Qur’an itu adalah kitab pedoman hidup manusia yang dengan menerapkan seluruhnya kita bisa selamat dunia dan akhirat.


Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close