Oleh: Nasrudin Joha
Mediaoposisi.com-Jokowi itu pembohong, penebar dusta dan khianat. Sudah tidak terhitung, berapa jumlah janji yang diingkari Jokowi. Dari semua urusan yang disentuh tangan Jokowi, semua berakhir dengan duka dan nestapa.
Ditahun politik ini, Jokowi sibuk membuat janji janji lagi, satu repetisi yang pada tahun 2014 lalu sudah diulang-ulang dengan ungkapan kosong yang sangat menjemukan. Saat ini, janji-janji dana desa, gaji aparat desa, menjadi sihir dan mantera sesat yang digunakan untuk meninabobokan aparat dan desa agar memilih Jokowi.
Padahal, dana desa itu sudah lama jauh sebelum Jokowi menjadi R.I. satu. Anggaran yang digunakan juga berasal dari kocek APBN, uang rakyat, bukan duit Jokowi en the gank. Jadi maaf, Anda akan ditipu lagi jika Anda mempercayai Jokowi.
Contoh paling segar adalah divestasi freeport. Jokowi pidato seolah seperti seorang ksatria yang memimpin perang, memenangkan pertempuran dan menguasai ghanimah freeport.
Faktanya, Jokowi ngutang USD 4 miliar, yang USD 3,8 miliar digunakan untuk membeli rongsokan PI Rio Tinto pada Projek freeport di Grashberg. Janji keuntungan USD satu miliar pertahun, ternyata dua tahun hingga 2020 freeport tidak bagi defiden.
Sementara, Inalum wajib keluarkan kocek perseroan yang dananya mayoritas dari saham PMN, duit APBN, duit rakyat, untuk menambal kewajiban riba Global Bond yang diperoleh Inalum.
Ketika sudah demikian, pejabat buang badan, dahulu yang janji USD 1 miliar per tahun mingkem. Sibuk alasan ini itu, rugi ini rugi itu. Kalau memang sejak awal sudah diketahui dua tahun rugi, kenapa dibeli ? Kenapa tidak tunggu saja KK berakhir sampai 2021 ? Apa waktu beli freeport tidak tahu akan rugi ? Ini kebijakan macam apa ? Mau bancakan untuk Pilpres ?
Itu baru freeport, belum lagi mayoritas BUMN merugi triliunan rupiah ditangan Jokowi. Tangan Jokowi punya daya rusak luar biasa, apapun yang disentuh pasti hancur.
Projek LRT menjadi monumen saksi sejarah kerusakan kebijakan ngaco Jokowi. Hanya ngejar wah, duit negara dihambur-hamburkan. Coba mikir, 500 miliar /km. Ini Projek LRT atau bangun istana emas ? Ini semennya mungkin harganya 5 juta/sak.
JK sudah mulai sadar, setelah nyaris lima tahun mendampingi Jokowi. Padahal, JK dulu yang bilang negeri ini bisa Ancur dipimpin Jokowi. Tapi Tetap saja Jk Istiqomah mendampingi Jokowi. Kini, tinggal diakhir tahun JK baru membuka tabir kebohongan Jokowi.
Belum lagi di zaman Jokowi ini, TDL naik, BBM naik, harga harga naik, cuma sawit dan karet yang turun. Menyusu harga cabai. Di zaman Jokowi ini, Pete dan jengkol mendapat kemuliaan sebagai komoditi unggulan untuk ditanam.
Bahkan, Jokowi nyeleneh meminta pejabat bisnis kalajengking kalau ingin kaya. Ngelantur. Model begini, masih juga dicitrakan wah, wong bisanya cuma selvie, diminta ngomong cuma bisa anu, apa, anu, apa, anu, apa, bukan urusan saya.
Jadi sekali lagi, apa yang mau diharapkan dari seorang yang bernama Jokowi ? Cukup dan akhiri semua penderitaan ini. Jangan tambah penderitaan rakyat dengan tetap mempertahankan Jokowi. Biarlah, Jokowi kembali menjadi rakyat biasa dan melakukan muhasabah atas semua dosa dan kezaliman yang diperbuatnya. [MO/ge]

