Oleh: _Nazwar Syarif_
Mediaoposisi.com- Berulang-ulang kali diriku membaca tulisan tentang apa yang dialami oleh saudara kita di Ghouta. Namun apalah daya diri ini tidak mampu berbuat apa-apa, hanya melalui tulisan ini yang bisa saya lakukan untuk saudara saya di Ghouta. Semoga dunia membaca dan mengerti apa yang harus dilakukan untuk saudara kita di Ghouta.
Ghoutaku sayang, Ghoutaku malang..
Dalam beberapa pekan ini seperti yang diberitakan oleh sejumlah media, Ghouta menjadi sasaran pembantaian dan pembunuhan secara tragis dan sadis, mulai dari rudal-rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur, sampai peluru yang dimuntahkan dari mulut-mulut tank yang siap melumat habis daratan Ghoutah.
Ditambah lagi tindakan-tindakan blokade dan isolasi Presiden Suriah Bashar al-Assad, rezim ini pun melakukan kekejaman terhadap warganya khususnya di Ghouta.
Berkaitan dengan serangan militer Suriah ke Ghouta timur dalam beberapa hari terakhir dan telah menelan sekitar 400 korban jiwa.
Rezim Assad secara kejam menyerang pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah. pasukan pemerintah Suriah membombardir Ghouta timur dengan menggunakan bom laras, artileri, dan jenis senjata lainnya. Serangan yang dilakukan dan diklaim untuk menumpas kelompok pemberontak tersebut ternyata turut membunuh warga sipil di sana.(republika.com)
Kelompok Oberservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Kamis (22/2), mengatakan, serangan selama lima hari di Ghouta timur telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas. Jumlah tersebut tak hanya mencakup orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
“Serangan udara dan tembakan artileri yang intens dilakukan oleh rezim pemerintah dan sekutunya, Rusia, dan membunuh 403 warga sipil, termasuk di dalamnya 95 anak-anak,” kata Observatorium Suriah untuk HAM dalam sebuah pernyataan.
Jet-jet tempur Suriah terus membombardir Ghouta Timur. Serangan-serangan rezim Assad sejak Minggu (18/2) waktu setempat itu, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 300 orang tewas dan memicu kecaman internasional.
Seorang warga setempat, Firas Abdullah mengatakan, "Rudal dan mortir dijatuhkan ke kami seperti hujan."
"Tak ada tempat untuk bersembunyi di Ghouta Timur ini ... kami tak bisa lepas dari mimpi buruk," ujarnya. (Detik.com)
Ghoutaku sayang, Ghoutaku malang
Melihat kondisi seperti ini pemimpin umat Islam hanya bisa mengecam dan mengecam saja, tidak melakukan perlawanan atau bantuan berupa kiriman tentara para kaum muslim untuk menyelamatkan saudara kita di Ghouta. Lalu yang hanya bisa saya lakukan hanyalah panjatan doa, sementara lembaga-lembaga sosial membantu mengumpulkan donasi dari masyarakat dan mengirimkan relawan medis kesana.
Ghouta butuh solusi, sebenarnya bukan hanya di Ghouta saja, masih banyak saudara-saudara kita muslim dibantai habis-habisan seperti di Rohingya, Alleppo, Palestina, dan masih banyak yang lainnya yang mungkin belum kita ketahui.
Rezim-rezim laknat ini tak akan puas menghabisi umat Islam dimanapun berada. Kejadian ini akan terus berulang dan berulang lagi entah sampai kapan akan berhenti.
Pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam sebutkan dalam hadits-hadits shahih seputar
keutamaan negeri Syam.
DAMASKUS IBU KOTA SYAM, & GHUTHAH TEMPAT TERBAIK DIDALAMNYA
1. Abu Umamah berkata, Rasulullah SAW membaca ayat, “Dan kami tempatkan mereka di dataran tinggi yangmendatar dan yang menyimpan air” (QS. Al-Mu’minun:
50).
Beliau bertanya, “Apakah kalian mengetahui dimana tempat itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul- Nya yang lebih mengetahui.” Beliau melanjutkan, “Tempat itu di negeri Syam, bumi yang dinamakan Ghuthah, di sebuah kota yang disebut Damaskus. Ia adalah kota yang terbaik di negeri Syam.” (HR. Tamam Rozi no. 915)
Damaskus benteng muslimin
Salah seorang sahabat Rasulullah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu. Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama Ghuthah.” (HR. Ahmad no. 17470)
KEKUATAN KAUM MUSLIMIN TERDAPAT DI DAMASKUS
1. “Sesungguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu ada di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR Abu Dawud)
2. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300)
DAMASKUS MARKAS TENTARA ALLAH SWT DI MUKA BUMI
1. "Benteng kaum muslimin akan berada di Ghuthah, yang berada di antara kota-kota terbaik di Syam." (HR Abu Dawud dan
Ahmad)
2. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika terjadi pertempuran besar maka Allah mengutus utusannya dari berbagai lapisan masyarakat, mereka memiliki kuda terbaik dan senjata perang terhebat, dan Allah mengkokohkan agama ini dengan mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4080)
"Sungguh saat ini umat butuh khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khalifah lah yang akan menjadi perisai umat. Sesuai hadist Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud) yang akan melindungi umat dari kepungan musuh yang haus darah. Umat tanpa Khilafah akan seperti anak anak ayam yang terlepas dari induknya.
"Setelah pembantaian mengerikan yang terjadi di Ghouta/Ghuthah, semoga Allah jadikan Ghouta sebagai benteng kemenangan bagi kaum muslimin!!"
Ghoutaku menang, tenang dan aman.[MO/sr]

