-->

Satu Kata Untuk Palestina, Tegakkan Khilafah!

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen


Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)

Dari Abu Hurairah  ra dari Nabi Muhammad saw, "Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi kemudian kaum Muslimin memerangi mereka sampai akhirnya orang-orang Yahudi (berlarian) berlindung di balik batu dan pepohonan. Lalu batu dan pepohonan itu berkata, "wahai Muslim...wahai hamba Allah... Ini, Ada orang Yahudi bersembunyi dibelakangku, lemari, dan bunuhlah dia." [HR. Bukhari dan Muslim].

Dalam sejarah, tidak ada persoalan yang memerlukan kajian, diskusi, dan perdebatan layaknya Palestina. Juga, tidak ada persoalan yang demikian kompleks dan rumit sebagaimana halnya Palestina. Bahkan di dalam sejarah dunia, tidak ada krisis yang muncul melainkan bisa diselesaikan, baik persoalan itu sulit maupun mudah, kecuali krisis Palestina.

Bagi pihak atau orang yang mengkaji secara mendalam persoalan Palestina, maka akan mendapatkan bahwa persoalan Palestina adalah persoalan tanah Islam yang dirampas. Mereka juga akan memahami, bahwa persoalan Palestina adalah persoalan penting bagi kaum Muslimin. Bukan persoalan Bangsa Arab saja, atau Palestina saja. Bukan sekedar persoalan bangsa yang tersusir. Atau sekedar masalah pembagian wilayah kekuasaan bagi dua belah pihak yang bersengketa.

Saat ini warga Palestina di Jalur Gaza memulai Ramadan mereka pada Senin 6 Mei 2019 dalam salah satu situasi keamanan dan ekonomi terburuk yang mereka pernah alami. Gencatan senjata sementara dilaporkan telah disepakati pada Senin 6 Mei 2019, tetapi ancaman saling serang lebih lanjut dari kedua belah pihak, telah menimbulkan kekhawatiran perang baru selama bulan suci, demikian seperti dikutip dari Asia Times, Selasa (7/5/2019). (Liputan6.com).

Sejak 14 Mei 1948 yaitu diproklamirkannya berdirinya negara Israel di bumi Palestina dan pengkhianatan-pengkhianatan para penguasa negara-negara Arab, maka sejak itulah persoalan Palestina terus bergulir dan berulang seperti tidak bertepi. Bahkan seakan-akan Palestina dijaga untuk terus berkonflik.

Jika dipahami lebih jauh, perseteruan yang terjadi sebenarnya bukan perseteruan antara kaum Muslimin dengan Yahudi semata. Yahudi dimainkan untuk kepentingan negara-negara Besar Barat. Inggris lah yang membidani lahirnya Israel, kemudian AS yang mengasuh, membesarkan, dan menjaga eksistensi Israel. Oleh karena itu, persoalan Palestina merupakan pertarungan antara dua peradaban, yaitu Peradaban Islam dengan Peradaban Barat.

Sehingga pihak yang mampu menghentikan konflik ini, perang melawan Zionis dan Yahudi adalah umat Islam sendiri. Perang tidak akan pernah berhenti, meskipun para salibis telah merekrut pasukan dalam jumlah yang sangat besar, mereka tidak bisa menghentikan peperangan ini. Sebaliknya, begitu umat Islam tampil, maka peperangan segera berakhir, sebagaimana umat Islam pernah mengalahkan tentara salib.

Namun hal itu bisa dilakukan jika umat Islam berada dalam satu barisan dan satu komando. Kekuatan aqidah dan ikatan persaudaraan saja tidak cukup untuk menghentikan Zionis dan para pendukungnya. Sehingga kekuatan negara Kekhilafahan dengan seorang Khalifah mutlak dibutuhkan dalam persoalan ini. Karena yang dihadapi adalah kekuatan negara-negara Barat yang bersatu dalam satu kepentingan yang sama. Yaitu menjaga umat Islam terus berada pada keterpurukan, kebodohan, dan ketergantungan, sehingga umat Islam abai dalam memikirkan kebangkitan.

Inilah mengapa Palestina khususnya Dan Timur Tengah umumnya terus diimage kan sebagai daerah rawan konflik. Hal ini bertujuan agar umat Islam sibuk dengan urusan masing-masing dan lupa dengan tujuannya untuk mengembalikan kehidupan Islam dibawah naungan Daulah Khilafah.

Sehingga umat harus keluar dari zona persoalan bangsa-bangsa. Dan mulai menata diri bahwa persoalan utama adalah ketidakadaan Khalifah yang bisa menjadi junnah (tameng) sekaligus yang akan menjaga umat dari intervensi Asing.[]






from Pojok Aktivis
Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close