Oleh: Peni Sartika
(Muslimah Peduli Generasi)
Mediaoposisi.com- Beberapa abad yang lalu Allah SWT telah menurunkan TQS. Al Kaafiruun surat ke 109 ayat ke 6 “ Untuk mu agamamu untuk ku agama ku” sebagai bentuk penegasan sekaligus bentuk toleransi yang Allah SWT sendiri telah ajarkan dan Rasulullah telah mencontohkan bagaimana sikap seorang muslim terhadapa orang kafir mengenai akidahnya.
Jadi orang yang sering menuduh orang islam intoleransi hanya karena orang islam berpegang teguh pada keyakinanya merupakan kekeliruan yang fatal sebab mereka sendirilah yang intoleransi mempermasalahkan keyakinan orang islam bahkan mengkriminalkan ajaran islam dan pemeluknya.
Ketika syariat islam di pakai sebagai perangkat hukum dan aturan dalam mengurusi umat manusia islam berlaku toleransi kita bisa belajar dari khalifah Umar bin Khattab bagaimana beliau memberikan perlindungan terhadap semua golongan termasuk orang kafir dzimmi yang berada dalam wilayah kekuasannya, terlindungi agama mereka, harta, jiwa ,akal dan kehormatan mereka. Ini jelas menunjukkan bahwa islam adalah agama yang toleransi dan agama yang damai.
Berbeda ketika hukum demokrasi yang kufur dan sarat akan keadilan di pakai sebagai ideologi dalam mengurusi umat manusia banyak sekali kedzaliman yang terjadi dan perlakuan diskriminatif serta intoleransi khususnya terhadap umat islam yang mayoritas di negeri ini adalah bukti nyata bahwa gagalnya hukum demokrasi memberikan keadilan mengapa umat muslim yang selalu di tuduh sebagai intoleransi bukankah ini fitnah yang menyakitkan namun itulah faktanya sebab sekulerisme di negeri muslim telah menjadi penyakit yang ganas dan mematikan bagi kaum muslim dan ajarannya namun sedikit sekali yang mengetahuinya pada dasarnya sekulerisme adalah ideology yang hanya mengakui Tuhan dari sisi eksistensi (keberadaan) Nya saja, tidak mengakui otoritas (kewenangan) –Nya untuk mengatur.
Manusia sekuler menghukumi toleransi itu hanya berdasarkan hawa nafsu mereka sebagaimana mereka membuat ukuran toleransi dan intoleransi pada laporan indeks kota toleran (IKT) Tahun 2018 tersebut mencatat bahwa DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya , seperti Bogor dan Depok, masuk dalam daftar 10 kota besar dengan skor toleransi terendah Jakarta, kompas.com. Dan Allah telah melarang hal tersebut sebagaimana telah tertulis di dalam Al Qur’an surat Al Khafi : 28
“Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginan (hawa nafsu)nya.”
Maka kerusakan dan kebinasaan yang terjadi ketika hawa nafsu menjadi ukuran mereka menetapakan hukum apakah kita termasuk bagian dari manusia sekuler yang berlagak bak Tuhan yang bisa membuat hukum Nauzubillahminzalik jauh sekali dari kebenaran dan keadilan.
Apakah kita tidak pernah berfikir bahwa islam lah solusi dalam setiap problem yang ada islam adalah obat bagi setiap penyakit zaman yang menggrogoti tubuh umat. islam menawarkan solusi-solusi yang nyata dalam menjamin hak-hak umat dan menegakkan keadilan sebab Islam Rahmatal Lil Alamin wahai saudariku tinggalkanlah ideologi-ideologi yang kufur yang menyebabkan kita binasa dan tetaplah berpegang teguh pada firman Allah swt dan Hadits Rasulullah saw agar kita selamat di dunia dan di AkhiratNya sebab itulah yang diwariskan Rasul kepada kita umatnya.[MO/sr]

