Ilustrasi: mediasiar.com
Oleh : Yuni Ummu Ilyas
Mediaoposisi.com-Islam datang dengan membawa Rahmat untuk semesta alam. Aturan-aturannya mencakup segala bidang kehidupan. Al Qur'an sebagai pedoman hidup terbukti tidak hanya mengatur ibadah ruhiyah saja, melainkan aturan dan hukum yang lainnya.
Namun masih banyak umat Islam yang memahami bahwa Islam hanya mengatur ibadah ritual semata seperti shalat, puasa, zakat, dan naik haji. Sehingga istilah pluralisme dianggap tepat dan benar serta menjadi pembelajaran, dari mulai tingkat dasar sampai tingkat tinggi. Dampaknya, memunculkan pemahaman ditengah masyarakat bahwa semua agama itu sama, yang membedakan hanya tata cara serta tempat peribadatannya.
Islam agama yang sempurna
Didalam Al-Quran Allah SWT. berfirman :"Dan tidaklah aku mengutusmu kecuali sebagai Rahmat semesta alam.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa diturunkannya Islam bukan hanya mengatur hubungan seorang hamba dengan sang Kholiq, namun untuk semesta alam. Islam adalah agama yang sempurna, selain mengatur ibadah mahdhah, islam juga mengatur hubungan dengan dirinya sendiri seperti makan, minum, pakaian, dan juga akhlak. Begitu juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya semisal sistem ekonomi, sistem pendidikan, pergaulan, politik dll.
Sehingga jelas Islam merupakan agama yang sempurna, berbeda dengan agama lain. Fakta historis telah menunjukkan Islam pernah diterapkan dalam institusi daulah Islam selama lebih dari 12 abad hingga berakhir di Turki Usmani tahun 1924 Masehi.
Khilafah ajaran Islam
Khilafah adalah ajaran Islam, yang menerapkan aturan-aturan yang berasal dari Allah SWT. Dzat yang maha pencipta dan Maha pengatur, yang telah terbukti membawa keselamatan, pembawa kedamaian, yang menyebarkan kebaikan, kegembiraan hidup, dan juga ketenangan.
Pernyataan ulama Lebanon yang disampaikan pada acara maulid nabi Muhammad SAW. di Jakarta, mengajak umat Islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhalifahan karena dianggap menyebabkan ketidakstabilan (Jakarta, Antara News, 8/12/2018). Sungguh disayangkan, apa yang disampaikan beliau sebagai seorang ulama yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan umat. Saat ini dengan diterapkan sistem kapitalisme, telah membuat kaum muslimin tidak bersatu, terpecah belah lebih dari 50 negara.
Ulama wajib menjaga persatuan umat
Khilafah sebagai pelindung dan penjaga umat. Di dalamnya umat akan mendapatkan keadilan baik dari kalangan Muslim maupun non muslim. Bukti normatif maupun empiris telah menunjukkan tentang hal itu. Khilafah dengan penerapan syariatnya adalah satu-satunya model kekuasaan yang menjamin kemaslahatan baik di dunia dan akhirat.
Keberadaan Khilafah akan menyelamatkan Indonesia, khilafah akan menyatukan Dunia Islam, dan melindungi negeri-negeri Islam. Keterpecahan umat seperti kondisi saat ini, sungguh bertentangan dengan ajaran Islam dari Al quran, al hadist, dan ijmak Sahabat yang mewajibkan persatuan umat dibawah satu negara.Inilah seharusnya yang diperjuangkan oleh ulama, mendukung penuh serta menjadi garda terdepan persatuan umat dalam tegaknya khilafah Rosyidah 'ala minhajin Nubuwah. Sehingga akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT. bagi orang-orang yang bertakwa. Wallahu 'alam.

