-->

Khilafah Adalah Keniscayaan

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh: Nur Fitriyah Asri
(Member Akademi Menulis Kreatif dan Koor. Sie Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim Jember.)

Mediaoposisi.com- Dilansir oleh Antara News-Ulama Libanon Syekh Zubair Ustman Al Ju'aid dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam di Masjid Istiqlal Jakarta, mengajak umat Islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhalifahan. Jangan terpecah, terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan untuk mendirikan Negara khilafah. Sistem demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik. Saat ini kita berada di negara demokrasi dalam bingkai institusi. Dan mengingatkan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Jakarta (8/12/208).

Apa yang disampaikan Syekh Zubair dari Libanon dalam ceramahnya benar-benar penyesatan politik dan black campaign terhadap  Khilafah ajaran Islam yang mewujudkan rahmatan lil alamin. Ini harus diluruskan supaya umat yang awam tidak tertipu dan terpengaruh serta berhati-hati dengan ulama jahat (ulama su')

Tidakkah menyadari bahwa kebobrokan negara dan rusaknya umat ini disebabkan oleh sistem kapitalis sekuler yang sengaja dipaksakan oleh negara imperalis yang bekerja sama dengan antek-anteknya untuk menjajah umat Islam termasuk Indonesia.
Dampaknya luar biasa, kemiskinan, perampokan kekayaan alam, maraknya korupsi, darurat narkoba, kemaksiatan di mana-mana, dan lain-lain, itu semua buah dari penerapan Ideologi Kapitalisme liberal yang menganut paham kebebasan.

Azas Ideologi Kapitalisme adalah Sekulerisme yang memisahkan agama dengan kehidupan. Artinya agama tidak boleh mencampuri urusan negara, tidak boleh mengatur negara. Dari sisi ini ceramah dan himbauan ulama Libanon terbantahkan, kalau demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik, itu bohong dan mengada-ada. Terbukti UU yang berbau Syariah malah dipermasalahkan dan lebih dari 2000 UU dicabut.

Ironis, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim menjadi minoritas karena kebebasan berdakwah dibatasi, ulamanya dikriminalisasi dan dipersekusi, diberi label radikal, teroris, intoleran,  anti pancasila padahal pancasila sendiri tidak bertentangan dengan Islam dan lain-lain. Semua itu untuk menciptakan Islamophobia. Mereka kafir imperalis dan antek-anteknya ketakutan sekali, kalau  Khilafah yang diprediksi akan tegak kembali tahun 2020 oleh NIC (National Intelegen Council), mereka berusaha menghadangnya, apapun akan dilakukan.

Ada indikasi ketakutan yang luar biasa dengan adanya reuni 212 di Monas Jakarta pada tanggal 2 Desember 2018 yang sangat fenomenal  dan spektakuler karena dihadiri lebih dari 11 juta umat Islam dari berbagai penjuru Indonesia yang berlatar belakang yang berbeda baik suku, bahasa, ras, golongan, partai dan madzab yang berbeda namun mencerminkan ukhuwah Islamiyah yang luar biasa, karena dipersatukan oleh akidah yang sama yaitu La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Kalimat tauhid itu hakikatnya adalah simbol kebangkitan umat Islam.

Walaupun aksi 212 berusaha digagalkan dengan berbagai macam cara, dan tidak diliput oleh semua media kecuali TV ONE. Namun demikian, acara itu sampai juga ketelinga Presiden Turki Erdogan yang menyampaikan pesan bahwa aksi damai dengan jumlah peserta yang luar biasa banyaknya, namun aksi berjalan sangat damai di Indonesia dan di Malaysia membuktikan Islam yang damai.

Lanjut Erdogan, kekuatan persaudaraan tersebut menjadi inspirasi umat muslim di dunia, menjadi tonggak bersejarah untuk  kebangkitan Islam di dunia. Dan mematahkan dominasi negara zholim.(Kabar Media Citra)

Bagaimana mungkin Khilafah Islam yang akan menerapkan syariat Islam yang bersumber dari Allah SWT, yang akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia,melindungi umat Islam dan mengemban dakwah keseluruh penjuru dunia  dianggap suatu ancaman?

Ini hal yang mustahil tidak mungkin. Jelas para ulama bersepakat untuk menegakkan Khilafah. "Dan mereka kaum muslimin sepakat bahwa sesungguhnya wajib bagi kaum muslimin mengangkat Khalifah (mengangkat Khalifah ini) ditetapkan dengan syara' bukan dengan akal" (Imam An Nawawi (w.676 H) dalam syarah shahih muslim 12/205).

Inilah kesepakatan syar'i yang agung, yang merupakan ijma' para sahabat Rasulullah, kesepakatan para ulama yang berlandaskan pada Al Qur'an dan As Sunnah.

Khilafah pasti tegak, siapapun tidak akan bisa menghalangi seperti terbitnya matahari di ufuk timur. Karena sudah sunahtullah dan merupakan bisyarah ( kabar berita) Rasulullah.

Rasulullah bersabda:
"Tsumma takuunu khilaafatan 'ala minhaajin nubuwwah, artinya kemudian akan muncul kembali masa kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian" ( HR Ahmad)

Khilafah adalah keniscayaan. Wallahu 'alam bishshawab.[MO/sr]



Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close