-->

Bagaimana Saya Meyakikan Umat Memilih Joko, Sementara Saya Sendiri Ragu ?

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Iya, saya tidak bisa berbuat apapun untuk mengarahkan umat memilih Jokowi. Sama sekali tidak bisa. Bagaimana mungkin umat diajak memilih Jokowi, yang dengan telah telanjang memusuhi umat ? Mengkriminalisasi ulama, mengkriminalisasi habaib, membubarkan ormas Islam, mengkriminalisasi ajaran dan simbol Islam.

Meyakinkan umat untuk melabuhkan preferensi politik kepada Jokowi, itu butuh dalil baik dalil Syar'i maupun argumentasi faktual. Secara dalil, umat Islam itu haram memilih pemimpin zalim. Secara fakta, Jokowi itu memang zalim. Jadi, kesimpulannya Jokowi itu tak layak dipilih, bahkan haram.

Dalam Islam itu ada kaidah 'Al Washilatu ilal Haromi, Haromun', segala perantara dan sarana yang mengantarkan kepada keharaman hukumnya juga haram. Jika memilih Jokowi, akan menjadi sarana melanggengkan kezaliman Jokowi, maka hukum memilih Jokowi juga haram sebagaimana haramnya kezaliman dilanggengkan.

Justru dalam hal ini umat wajib menolong Jokowi. Jokowi yang berbuat zalim wajib ditolong, dengan menghentikan kezaliman Jokowi. Caranya ? JANGAN PILIH JOKOWI.

Tidak memilih Jokowi itu menolong Jokowi. Kok bisa ? Begini logikanya :

*Pertama,* sebab kezaliman Jokowi itu bukan pribadi Jokowi, tapi karena kekuasaan Jokowi. Dengan tidak memilih Jokowi, maka tertutup sudah peluang Jokowi berbuat zalim. Bagaimana bisa berbuat zalim jika tak punya kekuasaan ?

Bisa saja setelah tak berkuasa Jokowi tetap zalim, tetapi kezaliman individu itu dampaknya kecil, daya rusaknya terukur. Tapi kezaliman kekuasaan itu daya rusaknya luar biasa, dirasakan oleh seluruh rakyat.

*Kedua,* dengan tidak berkuasa Jokowi bisa fokus muhasabah tentang kezaliman yang diperbuatnya. Harapannya, Jokowi bisa taubat Nasuha. Jika Jokowi tetap berkuasa, ini sama saja menutup pintu taubat bagi Jokowi.

Apalagi, Jokowi zalim itu bukan karena pribadi Jokowi tetapi akibat pengaruh orang orang disekelilingnya. Jika Jokowi tak berkuasa lagi, otomatis tak ada lagi orang disekelilingnya yang mengerubuti dan menjerumuskan Jokowi.

*Ketiga,* dengan tidak memilih Jokowi umat Islam tidak akan didakwa dosa jariah. Jika Jokowi menang karena dipilih umat Islam, kemudian Jokowi melanjutkan periode kezaliman maka seluruh umat Islam ikut menanggung dosa dari setiap kezaliman Jokowi.

Apa sebabnya ? Ya karena umat Islam itu memberi sarana Jokowi untuk berkuasa lagi dengan cara memilihnya. Ini pangkal sebab dosa jariah umat Islam.

Karena itu semua umat Islam penting untuk memperhatikan hadist Rasulullah SAW, sbb :

_"Tolonglah saudaramu yang berlaku zalim atau yang menzalimi. Sahabat berkata: Ya Rasulullah, kami menolong orang yang dizalimi, tetapi bagaimana kami menolong orang yang zalim. Rasullullah menjawab: Halangilah kezaliman yang dilakukan oleh mereka.”_ *(H.R. Al-Bukhari, 2444)*

Karena itu marilah kita umat Islam menolong saudara muslim kita, saudara Jokowi dengan tidak memilihnya. Ini lebih bermaslahat baik bagi Jokowi, umat Islam dan masa depan bangsa ini.

Sekali lagi saya ragu untuk mengajak umat memilih Jokowi. Tetapi saya yakin, untuk mengajak umat tidak memilih Jokowi. Karena itu, jangan pilih Jokowi. [MO/ge]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close