Kata Hendropriyono PKPI Tidak Mengenal Mahar Politik, Adanya Uang Pemenangan
Opini Bangsa - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Hendropriyono menjelaskan partai yang dipimpinnya tidak mengenal mahar politik.
Menurut Henropriyono, mahar politik haram dijalankan di PKPI. Meski begitu, Partai yang telah berumur 27 tahun itu mengenal uang pemenangan bagi para kader yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.
Uang itu kata Hendro dikelola untuk menggerakkan mesin partai. Jumlahnya juga diperinci dan masuk dalam pembukuan partai, hal ini untuk mencegah penyalahgunaan dana.
"Jadi tidak semaunya kasih uang, juga tidak membayar di depan. Ada program kampanye. Uang pemenangan, bayar mesin partai" ujarnya disela acara silaturahmi dan temu kader PKPI di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (21/1).
Lebih lanjut, Hendro menyakini partainya lolos verifikasi faktual. Untuk itu jugalah dirinya meminta kepada kader untuk berkonsolidasi untuk memenangkan PKPI dalam Pileg 2019 mendatang.
Menurut Hendro ada dua agenda yang harus dijalankan oleh anggota PKPI yang terpilih menjadi wakil dewan. Pertama, mengusulkan rancangan undang-undang wajib militer (wamil). Selanjutnya mengusulkan agar pemilihan presiden diadakan selama delapan tahun sekali. Hal ini untuk mengurangi petahana yang mencalonkan kembali.
"Kita menyarankan agar presiden dan wapres itu sekali saja, pemilihan satu kali pemilu dan delapan tahun lamanya. Tidak ada istilah petahana karena masuk gantian dengan yang baru. Itu lebih efisien, efektif," ujar mantan kepala BIN itu. [opini-bangsa.com / rmol]

