-->

Negeri Impian

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Gambar: Ilustrasi
Oleh : Winda Sari 
(Aktivis Mahasiswi)

Mediaoposisi.com-Tahun ini, tahun 2019, merupakan tahun politik, langkah awal membangun negeri dengan kepemimpinan yang baru dan lebih baik lagi. Begitulah yang diharapkan masyarakat Indonesia, sehingga banyak yang menyambut tahun ini dengan penuh suka cita.

Memasuki tahun ini, kampanye mulai digencarkan, dilakukan oleh calon pemimpin negeri ini. Siapapun yang terpilih memimpin negeri ini, dialah yang diharapkan membawa perubahan bagi negeri. Perubahan seperti apa yang diharapkan? Tentunya perubahan yang lebih baik yang mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia, dan yang pasti tidak suka pencitraan.

Banyak rakyat yang teriak “ganti” “2019 harus ganti” karena yang lama sudah sangat mendzalimi rakyatnya sendiri. Bagaimana tidak? Rezim yang berkuasa tidak menepati janji, sehingga yang diminta rakyat adalah ‘ganti pemimpin tahun ini’.

Bolehkah 2019 ganti?

Jawabannya tentu boleh, yaitu ganti sistem pemerintahan agar bisa menjadi negeri impian banyak orang seperti dahulu kala.

Sistem pemerintahan yang seperti apakah yang harus diganti? Jawabannya demokrasi. Demokrasi harus diganti dan penggantinya tidak lain adalah sistem Islam.

Mengapa harus Islam?

Islam yang diperjuangkan menjadi sistem pemerintahan akan mengatur segalanya sekaligus menjadi negeri impian bagi masyarakat dalam negara yang memakai aturan Islam. Islam yang diterapkan sebagai sistem pemerintahan tidak hanya mencakup ekomoninya saja, tetapi semua aspek kehidupan, yakni Islam secara kaffah, sehingga akan terbentuk masyarakat yang berideologi, yakni ideologi Islam.

Islam merupakan agama yang sempurna, agama yang di-ridhoi oleh Sang Pencipta, dapat dikatakan pula bahwa Islam merupakan agama yang syamil dan kamil. Syamil berarti meliputi segala sesuatu dan kamil berarti sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa seperti yang dijelaskan di atas bahwa Islam mengatur semua perkara, mulai dari akidah, ibadah, makanan, minuman, pakaian, muamalah, dan uqubat.

Totalitas dalam Islam tidak hanya diwujudkan seorang hamba ketika berakidah atau beribadah saja, melainkan dalam segala hal seorang hamba tersebut harus total dalam menjalankan keislamannya. Hal itu termasuk melaksanakan sistem pemerintahan berdasarkan sistem Islam secara menyeluruh tanpa terkecuali sehingga apabila terjadi kemungkaran di muka bumi ini, kita tidak boleh tinggal diam.

Termasuk kemungkaran yang dilakukan penguasa dalam sistem demokrasi yang di dalamnya mencampakkan hukum Islam. Demokrasi menerapkan hukum-hukum yang bersumber bukan dari Islam, sehingga wajar jika semakin banyak rakyat yang tertindas karena solusi yang digunakan bukan untuk kemashlahatan ummat, melainkan untuk kepentingan pihak tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, maka sangat perlu untuk diterapkannya Islam sebagai sistem pemerintahan dan juga sebagai ideologi negara. Dengan demikiaan, akan terwujud negara impian ummat dengan pemimpin negara yaitu Khalifah dan sistem pemerintahan Islam ini tidak hanya diterapkan dalam satu negara saja, melainkan di seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, akan terwujud Islam rahmatan lil alamin dalam institusi negara Khilafah Islamiyah. [MO/RE]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close