-->

Islam Bangkit, Resim Panik

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen
Oleh : Desti Harianto

Mediaoposisi.com-Beberapa hari ini, kita disuguhkan dengan realita yang mengusik keislaman kita. Melengkapi standar ganda dalam menyikapi  acara-acara keislaman yang dituding atau distigmatisasi radikal atau ditunggangi kelompok radikal atau capres tertentu, terbaru adalah tabligh akbar PA 212 di Solo.

Sebelumnya, adalah PA 212 di Monas, kriminalisasi para ulama’dan tokoh Islam. Anehnya tuduhan-tuduhan tersebut hanya mengarah pada kelompok-kelompok yang cenderung berseberangan dengan pemerintah.

Berbagai diskusi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu menunjukkan menguatnya ketakutan yang tidak berdasar alias pobia bahkan paranoid terhadap Islam.

Contohnya adalah menyamakan bendera tauhid dengan bendera ekstrimis. Contoh lain adalah menyamakan ajaran komunis dengan ajaran islam sehingga muncul dialog-dialog atau diskusi yang menyamakan PKI dengan HTI. 

Disisi lain kebngkitan  umat terlihat semakin kuat. Kebangkitan  yang berasal dari kesadaran yang berakar dari aqidah yang sama. 

Umat mulai sadar bahwa Islam  mampu menyelesaikan berbagai persoalan. Mereka mengkaji secara historis bahwa islam yang diterapkan secara sempurna justru memberikan rahmad bukan ancaman.

Kesadaran semacam ini harus senantiasa dirawat dan digaungkan agar umat benar-benar hanya islam dan khilafah yang solutif dalam menghancurkan  berbagai ide atau propaganda musuh-musuh islam.

Sejatinya istilah radikalisme dan ekstrimisme tidak terlepas dari peran AS dalam rangka  perang melawan radikalisme atau ekstrimisme tidak pernah terlepas.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump sengaja mengadakan Arab Islamic America Summit (KTT Arab Islam Amerika) di Riyadh, Arab Saudi (21/5/2017) untuk mengingatkan komitmen 55 negeri muslim dalam memerangi Islam radikal.

Namun demikian bukan hal yang mustahil bagi Allah untuk membalikkan kondisi asal saja kesadaran umat islam tetap terjaga dan menjadikan islam bukan hanya sebagai agama ruhiyah tapi menjadikan islam sebagai ideologi.[MO/AD]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close