-->

Gemerlap Digital yang Fatal

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh: Rizka Agnia Ibrahim

Mediaoposisi.com- Globalisasi dunia melalui teknologi informasi berkembang dengan pesat. Media terbesar yang digunakan adalah internet dan televisi. Kita sebagai insan yang masuk dalam lingkup perkembangan zaman, sangat merasakan efek dari kepesatan yang begitu melesat di bidang jaringan komunikasi elektronik tersebut.

Kita bisa menikmati kemudahan akses untuk menjangkau informasi di segala bidang, dengan hanya satu buku jari tangan untuk meramban, atau gerakan ringan mengganti chanel televisi. Akan tetapi, kita pun sangat merasakan dampak buruk yang diciptakan dari kemajuan ‘kekinian’ tersebut.

Sekitar satu bulan yang lalu publik ramai dengan pro dan kontra atas sebuah petisi, merebak ke mana-mana karena gerakan nyata seorang Maimon Herawati. Petisi itu berisi sebuah tekanan kepada KPI dan memboikot Shopee karena sebuah iklan yang menggunakan girl group asal Korea Selatan yang bernama Blackpink, harus segera dihentikan. Blackpink adalah empat wanita muda yang telah menjadi Brand Ambassador Shopee

Tentu banyak netizen yang menyerang Maimon Herawati. Menyangka orang yang tengah berjuang untuk generasi ini, tidak relevan, karena yang lebih rusak dari Blackpink pun banyak, itu menurut khalayak yang tak berpihak. Padahal Maimon dan tim bukan sekadar melarang hanya satu iklan di Shopee untuk tayang, tetapi menuntut KPI bergerak secara lantang menghapus semua tayangan yang bisa menghancurkan mental generasi. Baik pada stasiun yang gratis atau berbayar secara etis. Termasuk menghapus iklan yang berkonten pornoaksi mereka pada kanal-kanal media sosial secara maksimal.

Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Nilai bawah sadar seperti apa yang hendak ditanamkan pada anak-anak dengan iklan yang tidak seronok (tidak nyaman dilihat) dan mengumbar aurat? Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab,” tulis Maimon Herawati pada laman Change. Org.

Bagi pihak yang setuju, tentu bersegera melakukan tanda tangan petisi tersebut hingga mencapai 88.436 orang, tercatat sampai hari Senin (10/12/2018) pukul 15.00 WIB.

Jika ada pro, tentu kontra pun hadir. Ternyata petisi tersebut tak kurang dari reaksi nyinyir. Kemudian mereka membuat petisi tandingan atas nama Kpopers yang merasa juga memiliki keluhan.

Karena ada beberapa oknum meminta iklan Shopee dihentikan. Menurut mereka iklan tersebut tidak pantas. Tetapi menurut kami yang harus dihentikan adalah sinetron Indonesia karena memiliki dampak buruk bagi penerus bangsa Indonesia,” tulis username Kpopers tersebut pada laman Change.org.

Petisi yang ditujukan untuk Kpopers Indonesia tersebut ditandatangai 123 orang hingga hari Senin (10/12/2018) pukul 15.00 WIB.

Beginilah kondisi yang ada sekarang memaknai produktif dalam berkarya, telah salah kaprah adanya. Sebuah kebebasan yang mengalami interpretasi keliru, padahal sesungguhnya kebebasan bablas itu menipu. Terlalu dangkal dan merusak moral. Hanya dibatasi oleh sekat norma yang tipis, sungguh membuat miris. Sistem kapitalisme telah mengakar dan menciptakan tujuan dari segala tujuan adalah mengumpulkan pundi-pundi materi secara liar.

Konten-konten vulgar gentayangan tidak ada halangan. Bahkan agresif di setiap aplikasi dan televisi, terpancar dengan masif. Tentu itu tidak hadir begitu adanya, karena para pengusaha pornografi gencar menciptakan propaganda di segala lini. Benar sekali, penjajahan hari ini memiliki tampilan yang humanis, meski ruhnya lebih berlipat merusak tatanan norma yang agamis. Tidak menembak langsung jantung pertahanan militer bangsa, akan tetapi kesuksesannya merata memborbardir mental generasi muda.

Tak ada solusi terbaik untuk mengentaskan setiap problematika yang pelik dan segala polemik. Selain kembali kepada aturan Islam yang mendalam. Syariat-Nya mengatur dengan sempurna interaksi umat di ruang pribadi atau publik. Masalah sandang, pangan, papan, pergaulan bahkan pemerintahan diatur dengan penuh keadilan, sehingga tercipta tatanan yang tidak mengumbar dan mengeksploitasi kaum wanita dalam kemaksiatan. Islam sangat menjamin keselamatan mental anak-anak dari pengrusakan zaman dan penjajahan gaya baru.

Kita terpuruk dan gerah dengan kondisi saat ini yang semakin tak jelas arah. Sampai kapan mau termangu  dan menunggu agar Islam kembali tegak secara Kaffah?[MO/sr]



Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close