-->

Awal Manis Berakhir Miris

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh: Ai Sumiati 
(Ibu Rumah Tangga / Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com-  Sudah menjadi hal yang biasa jika menuju pemilu, pasti kita mendengar janji-janji dari para calon, baik presiden maupun legislatif. Spanduk atau baligho berjejer di hampir setiap tikunagn jalan ataupun pertigaan yang berisikan janji-janji manis para calaon menghiasi pemilu yang sebentar lagi akan disenggarakan.

Namun apa yang terjadi setiap selesai pemilu, yang pada awalnya para penguasa menjanjikan keindahan mengucap janji manis kepada rakyat. Tapi setelah pemilu dan terpilihnya mereka. apa yg terjadi terhadapnya rakyat. Kita bisa merasakannya sendiri, kalau janji yang ada hanya janji-janji manis yang palsu. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat merangkak naik, seperti BBM, Tarif Dasar Listrik (TDL) naik, beras cabe, garam dan lainnya. Hal ini  ibarat habis manis sepah di buang. Awal manis berakhir miris. Itulah nasib rakyat ditangan demokrasi-kapitalis.

Masih kah kita percaya dengan demokrasi? Demokrasi sejatinya telah di jajakan barat ke negri-negri Islam hanya untuk menghancurkannya. Sesungguhnya ia adalah sistem kufur tidak ada hubungannya dengan Islam sama sekali baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Allah sudah menegaskan dalan firmannya, “Hukum jahiliyahkan yg engkau kehendaki... Hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang -orang yg meyakini agamanya”. ( QS Al-Ma'idah 50)

Demokrasi sangat bertentangan dengan islam baik secara global(gari besar) maupun secara partular(rinci). Kontradisi dengan Islam dalam ke munculannya. Aqidah yg melahirkannya (pemisahan agama dalam kehidupan). Asas yang mendasarinya serta dalam ide dan aturan yang dihasilkanya. Lantas apakah kita masih percaya demokrasi?

Oleh karena itu kaum muslimin di haramkan secara mutlak untuk mengambil dan menyebar luaskannya. Sudag sepatutnya kita kembali kepada hukum Allah SWT Yang Maha Sempurna berdasarkan Al-Qur'an dan As-sunah yaitu dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Itulah aturan yang di contohkan Rosululloh kepada kita sebagai umatnya. [MO/sr]



Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close