-->

'Duhai Bunda' Bersabarlah dalam Proses Mendidik Anak

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen


Ibu yang berambisi untuk menjadikan anaknya menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, memiliki kepribadian Islam yang baik terkadang luput untuk melewati proses. Apalagi bila anak seringkali melakukan kesalahan, tak sedikit ibu melakukan pemaksaan dengan merusak jiwa anak. Yang didapat bukanlah perubahan-perubahan menuju kepribadian islam yang lebih tinggi, justru berjalan ditempat. Tidak jarang pula prestasi kepribadian ananda menurun hanya gara-gara sikap terburu-buru untuk mendapatkan nilai terbaik dalam hafalan dan ketaatan misalnya.

Kita sudah memahami bahwa anak tumbuh dan berkembang, seiring dengan itu berpikirnya semakin kesini semakin berkembang sesuai pertambahan usia. Tentunya perlakuan terhadap anak dalam mendidik tidaklah sama setiap level usia, karena mereka butuh dididik sesuai level potensi yang mereka punya. Maka disinilah proses pendidikan anak itu harus dilewati dan dipahami agar step by step keberhasilan bisa diraih oleh anak. Proses itulah tanggung jawab kita dalam meri’ayah ananda yang perlu kita kondisikan agar ananda bisa mengikuti semua pembelajaran yang kita berikan.

Saat kita memahami bahwa di usia tamyiz ananda sudah bisa diperlakukan disiplin, maka kedisiplinan itu perlu dirancang dan dikondisikan, mengabaikannya akan sulit bagi kita untuk memberikan penguatan-penguatan kepribadian Islam. Misalkan untuk sopan santun dan adab belajar, ananda sudah harus dibiasakan di usia ini, lakukanlah prosesnya sejak awal di usia dini dan usia tamyiz (7 tahun) dibiasakan dan dilatih. Bila dibiarkan bisa dipastikan anada tidak akan mengenal adab dalam bergaul, menghormati yang besar, menyayangi yang kecil dan berlaku sopan terhadap teman dan sebagainya.

Namun dalam proses ini bisa jadi tidak didapatkan hasilnya segera, disinilah butuh kesabaran dalam mendidik dan berlaku sopan juga terhadap anak. Bila ibu tidak sabar dan tidak berlaku sopan maka anak akan lebih-lebih lagi melakukan ketidak sopanan dan sulit menahan diri. Proses itu juga membutuhkan waktu untuk menjalaninya selain kesabaran dan prilaku santun, terkadang waktu yang dibutuhkan cukup lama terkadang juga cepat dan ini tidak bisa kita prediksi kecuali bila kita memahami kebutuhan anak sesungguhnya.

Satu hal lagi adalah selalu mengevaluasi proses apakah sudah berjalan sesuai syariah ataukah belum, apakah metode yang dijalani sudah benar atau belum, apakah materi yang diberikan sudah sesuai level usia dan potensi anak, apakah strategi belajarnya sudah tepat atau belum dan apakah kompetensi yang diberikan sudah sesuai ataukah belum. Jadi proses itu berbasis ibu, artinya yang senantiasa dibenahi adalah ibu, proses yang dilakukan ibu. Mudah-mudahan diharapkan ketika ibu berhasil dalam menjalani proses maka anandapun mendapatkan kesuksesannya dalam memiliki kepribadian Islam.
Rasulullah SAW. bersabda :

وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لأشج عبد القيس : [ إن فيك خصلتين يحبهما الله : الحلم والأناة ] رواه مسلم

Dari Ibnu Abbas RA berkata, Rasulallah Saw bersabda kepada ‘’Abdul Qais yang terluka:“sesungguhnya didalam dirimu ada dua sifat yang disukai oleh Allah yaitu: santun dan sabar”. (HR Muslim). Wallahu a'lam bishshowab


Sumber fb Yanti Tanjung Pakar Parenting Islam Judul "Bersabarlah dalam Proses"


Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close