Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pada tahun 2030-2045 mendatang Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan sumber daya alam sebagai penggerak ekonomi.
Hal ini, kata Ani, jauh berbeda dengan masa rezim orde baru berkuasa. Dalam acara peringatan Hari Oeang di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Sri Mulyani menuturkan akan terjadi pergeseran dalam men-drive ekonomi dalam negeri di masa mendatang.
"Sejak jaman orde baru ekonomi kita didrive oleh komoditi, karena kekuatan sumber daya alam. Untuk bisa kembangkan ekonomi di tahun 2030-2045, Indonesia harus mampu bertransformasi dari natural resources menjadi human capital," kata Sri Mulyani, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Artinya, kata dia investasi di bidang sumber daya manusia harus dilakukan sejak usia dini. Dari 262 juta penduduk Indonesia, pertumbuhan populasinya tinggi, secara demografi pun banyak jumlah anak muda.
Dia mengatakan, tidak ada seorang pun melihat apa yang terjadi di kemudian hari tetapi hal ini bisa diprediksi. Ani mencontohkan, saat ini transaksi online sudah sangat tinggi jumlahnya hal ini merupakan bagian dari perubahan yang begitu cepat.
"Saat ini orang belanja melalui online tidak hanya gaya hidup tapi kebutuhan dan online shopping juga menyelesaikan masalah dari sisi waktu dan lain-lain," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut dia, untuk mendukung investasi di bidang sumber daya manusia juga perlu infrastruktur. "Tidak bisa kita investasi di human capital kalau tidak ada infrastruktur," ujarnya.
Untuk itulah,kata dia, infrastruktur adalah suatu keharusan. Bukan kemewahan ataupun suatu hobi
inilah
