Oleh: Daniel Mohammad Rosyid
Anggaran APBN 2018 akan difokuskan bagi investasi Sumber Daya Manusia : kesehatan, pendidikan dan pengurangan kemiskinan serta ketimpangan. Ini bukan karena menjelang Pilpres sehingga program Jokowi makin populis tapi karena hak rakyat Indonesia sesuai cita-cita kemerdekaan. Demikian penjelasan Menkeu Sri Mulyani.
Catatan saya, pertama UU Ormas baru yg makin mempermudah pembubaran Ormas yang dinilai anti-Pancasila (anti-Pemerintah?) jelas akan mengancam civil liberty sebagai bagian penting kemerdekaan jiwa rakyat Indonesia. Kedua, selama pendidikan diartikan sebagai persekolahan paksa massal seperti selama ini terjadi, maka investasi SDM yg dicita-citakan Menkeu tersebut akan menguap tak berbekas.
Persekolahan paksa massal tidak pernah dirancang untuk melahirkan jiwa merdeka, tapi untuk mengontrol pikiran rakyat agar patuh pada Pemerintah yang lapar investasi terutama investasi asing. Jiwa merdeka yg dimimpikan oleh Ki Hadjar Dewantoro sebagai misi terpenting pendidikan akan menjadi pemicu ketidakpastian investasi.
Begitu masyarakat Indonesia makin patuh dan taat, maka masyarakat yang sehat akan semakin berguna bagi investasi asing.
Demikianlah fokus APBN bagi investasi pada SDM melalui persekolahan paksa massal dan UU Ormas yang baru akan dirayakan oleh para investor karena akan memperlancar invasi mereka selama ini. [IJM]

