-->

Geram Pemerintah Impor Aspal Bangun Infrastruktur, DPR: Aneh, Kita Kan Punya Aspal Buton

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Geram Pemerintah Impor Aspal Bangun Infrastruktur, DPR: Aneh, Kita Kan Punya Aspal Buton

Berita Islam 24H - Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid mempertanyakan alasan pemerintah menggunakan bahan baku untuk infrastruktur dari luar negeri.

Demikian disampaikan Wachid saat menanggapi keluhan kalangan pengusaha terkait proyek infrastruktur pemerintah yang menggunakan produk luar negeri.

"Pemerintah ini aneh, kenapa proyek infrastruktur jalan tol, jalan negara pakai aspal Impor? Padahal kita punya aspal Buton yang kualitasnya lebih bagus. Kok tidak digunakan, malah import aspal yang bisa menguras devisa kita," sesal Politikus Gerindra itu pada wartawan di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Seharusnya, kata dia, kalau di dalam negeri ada tida perlu impor.

"Kalau pakai produk sendiri bisa menciptakan lapangan kerja mengurangi pengangguran dan devisa kita tidak terkuras habis," tandas Ketua DPD Gerindra Jateng itu.

"Terlebih lagi pengusaha lokal, industri lokal bisa tumbuh baik, sekarang pengusaha dan industri lokal sudah teriak sulit berkembang karena dibenturkan dengan asing," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Tetap Pengembangan Infrastruktur Bidang Konstruksi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, Dandung Sri Harnito, mengatakan, sebagian besar pasokan aspal masih diimpor.

"Kebutuhan aspal kita itu saat sekarang 1,2 juta ton per tahun, tapi hanya 20% dari lokal, artinya sebanyak 80% itu sisanya impor. Jadi kita bangun jalan-jalan sepanjang itu ternyata aspalnya dari impor," ungkap dia dalam acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Jakarta, Senin (23/10/2017). [beritaislam24h.info / tsc]


Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close