Oleh: A. Rizal Z. - Dir. Indonesia Justice Monitor
Pemberitaan tentang Rohingya akhir-akhir ini menjadi perbincangan di berbagai media. Sesungguhnya banyak analisis telah dinyatakan oleh berbagai pihak yang ingin memperjelas situasi yang terjadi di sana. Mulai dari isu keagamaan hingga isu energi. Hingga kini pun masih berseliweran di jagad media analisis-analisis tentang Rohingya.
Tak ketinggalan pula, banyak yang "usul" solusi untuk tragedi genosida itu. Mulai dari usulan keluarkan Burma dari ASEAN hingga sanksi internasional.
Para pemimpin negara-negara di dunia pun sebagian telah mengecam bahkan mengutuk perbuatan tak manusiawi itu. Indonesia pun langsung mengirimkan delegasinya ke Myanmar untuk membahas masalah itu.
Yang menjadi pertanyaan, bukankah tragedi Rohingya sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu? Bahkan beberapa tahun ini foto-foto dan video-video pembantaian sudah menjadi barang "konsumsi" di genggaman kita masing-masing. Lalu, bukankah kecaman, kutukan, dan usulan sanksi untuk Burma pun telah dinyatakan berkali-kali? Namun ketika pemberitaan mereda (padahal pembantaian masih berlangsung) dunia sontak "lupa" peristiwa tragis tersebut.
Agaknya saya tidak perlu memberikan analisis ataupun usulan solusi bagi muslim Rohingya dan para pelaku pembantaian di Burma. Sudah cukup banyak hal itu dikemukakan. Saya hanya ingin bertanya, kapan dunia mengambil tindakan tegas bagi para pembantai di Burma? kapan dunia berhenti beretorika tanpa mengambil tindakan nyata? kapan warga Rohingya bisa mendapatkan perlindungan dan keadilan dari dunia?. Dan miris, ini harus saya tanyakan, "Apakah dunia mampu selamatkan Rohingya?".
#saverohingya
[IJM]

