-->

212 Titik Awal Muhasabah Umat

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Advertisemen

Oleh : Fathimah Ash Sharfina

Mediaoposisi.com-Reuni 212 yang berlangsung tahun 2018 masih menjadi rekor tersendiri. Pasalnya, peserta aksi tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan dihadiri oleh umat agama lain yang ikut merasakan indahnya persatuan umat Islam. Reuni ini menjadi momen haru tersendiri bagi persatuan umat.

Wajar jika banyak umat yang menantikan acara ini bahkan berbondong-bondong ikut menghadiri acara ini. Namun, reuni kali ini bukan sekedar reuni, bendera umat yang dulu terlupakan kini telah kembali pada pemiliknya. Rencana besar Allah dalam mengembalikan satu per satu milik umat islam begitu indah, mulai dari penistaan agama yang menyadarkan umat akan pentingnya pembelaan terhadap Al-Quran.

bahkan rencana Allah yang baru saja terjadi yaitu aksi pembakaran bendera tauhid yang akhirnya justru mengembalikan bendera Rasulullah ketangan umat. Reuni ini merupakan pembuktian bahwa persatuan umat yang dulunya dianggap utopis, kini mulai tampak nyata diperlihatkan oleh Allah.
Nampak sekali kepedulian umat pada #reuni212 yang juga momen #belatauhid.

Banyak sekali pengorbanan yang ditempuh demi hadir pada acara ini, mereka rela mulai dari berkorban waktu, berkorban harta, sewa pesawat, berbagi nasi, bantuan posko kesehatan, adanya pasukan pembersih sampah, bahkan saling mengingatkan untuk tidak menginjak rumput. Hal ini merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan umat, dimana umat yang satu peduli dengan yang lain tanpa membedakan masalah khilafiyah,

persatuan berdasarkan satu aqidah yaitu aqidah Islamiyah. Namun tentu reuni ini bukanlah sebuah akhir, justru menjadi sebuah awal persatuan umat dengan berlandaskan aqidah Islam. Reuni ini menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan persatuan haqiqi umat Islam dibawah naungan Al-Quran dan As-Sunnah.

Kepedulian umat sangat nampak pada reuni ini, nasihat demi nasihat denga mudah terucap, “Ayo jangan injak rumput” , “Ingat jalannya di aspal ya, jangan injak rumput”, “Jangan mendorong yang lain ya” merupakan slogan umum yang kerap didengar saat reuni 212. Hal ini tentu wujud kepedulian umat demi satu tujuan yang sama, menjaga lingkungan dan menjaga citra baik umat Islam.

Begitulah contoh secuil kontrol sosial pada 212 yang akan diperankan masyarakat dan negara dalam naungan Islam. Umat yang satu dengan yang lainnya ibarat satu tubuh, ketika yang satu melakukan kesalahan, maka bagian tubuh lainnya akan merasakan sakit. Mereka tidak akan rela kemaksiatan terjadi di bumi Allah, karena keberkahan dan kemenangan hanya akan dapat diraih ketika ketaatan pada Allah menjadi prioritas dalam hidup.

Maka akan sering ditemui saudara yang satu mengingatkan muslim lainnya ketika melakukan kesalahan. Dan pihak yang diingatkan pun merasa ridha karena mengetahui bahwa nasihat itu demi kebaikan dirinya.

Kontrol sosial merupakan hal yang amat penting dalam sebuah masyarakat. Karena ketika umat mulai abai dengan kemaksiatan yang ada disekitarnya, maka kemaksiatan akan merajalela bahkan menjadi hal yang biasa. Sedangkan nasihat, mungkin terasa sakit diawal namun akan menjadi indah ketika memaknai nasihat sebagai wujud cinta untuk meraih keridhaan Allah.

Umat kini sedang kehilangan sisi “muhasabah” atau kontrol sosial yang ada di masyarakat bahkan negara. Hal-hal maksiat yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah sudah dianggap biasa atau justru dianggap tradisi. Masyarakat melihat segala sesuatu dari sisi “trendnya bagaiamana” bukan “Allah mengaturnya bagaimana” sehingga menjadi abai.

Sisi kontrol sosial yang ada di masyarakat sudah mulai berkurang, atau bahkan menghilang. Padahal dalam umat penting akan adanya muhasabah agar ada yang senantiasa menggiring umat tetap dijalan yang diridhai Allah. Virus keengganan untuk diberi nasehat juga perlu diperbaiki, faktanya nasihat diberikan tidak lain hanyalah untuk kebaikan.

Ini semua terjadi karena umat mulai jauh dari Islam. Secuil contoh kontrol sosial mengenai kepedulian terhadap rumput diatas merupakan wujud kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Bayangkan saja ketika kontrol sosial terjadi pada kehidupan bermasyarakat, yaitu meningkatnya kepedulian umat yang satu dengan yang lainnya atas dasar Allah, maka tentu kemaksiatan-kemaksiatan yang ada di muka bumi ini dapat dicegah dan rahmatan lil alamin tentu dapat diraih.

Mari menjadikan semangat reuni 212 menjadi satu langkah menuju kemenangan haqiqi, dimana menjadikan aturan Allah sebagai sandaran hidup dan keridhaan Allah sebagai tujuan hidup.[MO/ge]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
close