BBC Sebut Pernikahan Kahiyang "a Lavish Javanese Wedding", Pendukung Jokowi pun Meradang
Berita Islam 24H - Pernikahan Kahiyang-Bobby telah terlaksana dengan baik dan lancar. Semua tamu undangan merasa puas dan bahagia. Jokowi bahkan telah bekerja kembali.
Semua pihak berusaha tetap tampil bersahaja dan sederhana, sampai-sampai Seskab Pramono Anung perlu membuat pernyataan bahwa karpet yang digunakan telah mengelupas.
Eva K. Sundari meyakinkan netizen bahwa pernikahan Kahiyang-Bobby tetap dijaga kesederhanaannya.
Beberapa netizen juga nampak berusaha memahami kesulitan Jokowi sebagai seorang ayah bersuku Jawa yang memiliki putri tunggal.
"Agak sulit... sangat sulit," kicau akun @wartapolitik, seolah ingin menggambarkan peliknya situasi Jokowi saat menikahkan Kahiyang.
Sederhana pun menjadi sangat relatif dan subjektif.
Beberapa media lokal, mulai berani menyebut bahwa pernikahan Kahiyang tak sederhana, namun suara media lokal langsung diredam dan dibungkam pernyataan para pendukung Jokowi.
"Emang pake duit lo?", "Gedung punya dia, catering punya kakaknya, sirik aje lo," dan masih banyak ungkapan senada.
Bahkan, lawan politik Jokowi hanya konsisten menyerang dari sisi pelanggaran jumlah undangan saja, soal kemegahan dan kemewahan, tak terlalu menjadi topik bahasan yang penting.
Anehnya, saat publik Indonesia berusaha menyebut perkawinan Kahiyang-Bobby sederhana, sebuah media nasional Inggris dengan berani menyebut pernikahan tersebut sebagai "lavish".
Sontak saja, para pendukung Jokowi kalap dan menyerang media Inggris BBC. Anehnya, ada beberapa dari mereka, yang tidak fokus pada artikel BBC, namun lebih tertarik menyerang Fadli Zon yang kebetulan membagikan tautan berita foto BBC tersebut.
Wah! Kok BBC bilang pernikahan mewah/berlebihanBBC News - Indonesia's first daughter in a lavish Javanese wedding https://t.co/spi6ugh3tX
— Fadli Zon (@fadlizon) 9 November 2017
Di antara banyak cuitan protes kepada BBC, terselip sebuah kicauan menggelitik yang menganggap BBC sudah mulai waras dan objektif.
Kt anggap aja kali ini media sekelas @BBCIndonesia sedikit waras mulai obyektif dan tdk membodohi publik lagi😅— #MahaBrantakanJKW (@rior_13033) 10 November 2017




